
Ayam panggang bledug kini telah mengalami pergeseran fungsi. Jika dahulu hidangan ini identik dengan ritual sesaji, kini ia telah bertransformasi menjadi ikon kuliner desa yang sangat digemari untuk konsumsi harian. Meski peminatnya banyak, menemukan hidangan ini di tempat asalnya, Desa Kuwu, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Hingga saat ini, hanya ada dua produsen populer di Desa Kuwu. Keduanya memiliki segmentasi yang berbeda: satu khusus melayani kebutuhan ritual sesaji, sementara lainnya fokus pada konsumsi. Sosok kunci di balik kelezatan ayam panggang konsumsi ini adalah Mbah Saminem Sebagai pewaris resep turun-temurun, Mbah Saminem dikenal sebagai spesialis pembuat ayam panggang bledug yang autentik. Namun, beliau tidak membuka kedai sendiri dan hanya melayani sistem pesanan. Kabar baiknya, masyarakat tetap bisa menikmati racikan beliau setiap hari di Warung Makan Mbak Sri Jago Muda.
Warung Makan Mbak Sri Jago Muda yang berlokasi di Jalan Honggokusuman 45 (sebelah Kantor Korwil Pendidikan Kradenan), kini menjadi satu-satunya tempat yang menyediakan menu ini secara rutin. Lokasinya pun strategis karena berdekatan dengan objek wisata Bledug Kuwu.
Proses pembuatan ayam panggang bledug membutuhkan ketelatenan tinggi. Bahan bakunya wajib menggunakan ayam kampung, karena penggunaan ayam potong atau ayam merah dianggap tidak sesuai dengan standar rasa tradisional.
Ayam yang telah dibumbui dengan racian minimalis (bawang putih, garam, dan asam) dipanggang di atas bara api dengan teknik khusus. Jarak antara ayam dan bara dijaga sekitar 25 hingga 30 cm agar matang merata tanpa hangus. Tanpa perlu dikipasi, proses ini memakan waktu dua hingga tiga jam untuk memastikan daging benar-benar empuk dan bumbu meresap sempurna.

Kelezatan Sambal Pencok sebagai Pendamping
Ciri khas utama yang membuat kuliner ini dikenal juga dengan sebutan Ayam Pencok adalah pendampingnya, yaitu Sambal Pencok. Sambal ini terbuat dari parutan kelapa muda yang dipadukan dengan bumbu ulek berupa cabai, terasi, bawang putih, kencur, jeruk pecal, dan garam. Untuk menjaga ketahanan dan kualitas rasa, sambal ini dikukus terlebih dahulu.
Dalam penyajiannya, ayam panggang disuwir-suwir lalu dicampur rata (diurap) dengan sambal pencok. Hidangan ini paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat, lalapan mentimun, serta daun kemangi. Kombinasi rasa gurih, pedas, dan aroma segar menjadikannya pilihan menu sarapan yang sangat menggugah selera bagi siapa saja yang berkunjung ke Grobogan.
