
Kemeriahan rangkaian acara bergengsi Semarak Kata Kreatif 2026 dan Festival Kuliner Grobogan, Pemerintah Kabupaten Grobogan, sukses menyelenggarakan Lomba Kreasi Nasi Japede (Jagung, Ayam Pencok, dan Olahan Kedelai). Ajang yang dipenuhi semangat inovasi kuliner ini berlangsung dengan meriah dan berhasil menyedot perhatian antusiasme para pecinta kuliner Nusantara. Jumat, 17 April 2026.
Kompetisi bergengsi tingkat kabupaten ini diikuti dengan penuh antusias oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan seluruh Kecamatan se-Kabupaten Grobogan. Para peserta saling unjuk kebolehan dalam mengolah, memodifikasi, dan menyajikan hidangan tradisional Nasi Japede agar tampil lebih modern dan elegan, tanpa sedikit pun menghilangkan cita rasa otentik khas daerah.

Rangkaian acara diawali dengan penyampaian laporan penyelenggaraan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Grobogan, Bapak Dr. Wahono, S.Pd., M.Pd. Dalam laporannya, Dr. Wahono memaparkan bahwa festival ini dirancang secara khusus untuk menggali potensi ekonomi kreatif masyarakat di subsektor kuliner, sekaligus menjadikan kuliner lokal sebagai daya tarik pariwisata andalan Kabupaten Grobogan ke depannya.
Setelah laporan penyelenggaraan, kompetisi memasak ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Grobogan, Bapak Dr. Kurnia Saniadi, M.Si.
“Melalui lomba kreasi ini, kita tidak hanya sekadar berlomba menyajikan makanan yang lezat, tetapi kita membawa misi besar yang lebih penting. Yakni, bersama-sama melestarikan dan mengangkat potensi Nasi Japede sebagai identitas kuliner kebanggaan Kabupaten Grobogan,” ujar Dr. Kurnia Saniadi saat memberikan sambutan dan arahan kepada para peserta.

Nasi Japede merupakan akronim dari Nasi Jagung, Ayam Pencok, dan Olahan Kedelai. Ketiga elemen ini merupakan representasi murni dari hasil bumi andalan agraris Grobogan. Perpaduan nasi jagung yang sehat dan kaya serat, gurih pedasnya bumbu rempah ayam pencok, serta tingginya nutrisi dari olahan kedelai lokal, menjadikan hidangan ini sebagai warisan budaya tak benda yang memiliki nilai gizi dan sejarah tinggi.

Sepanjang acara, para peserta tampak antusias menata hidangan mereka dengan teknik penyajian kelas atas, membuktikan bahwa makanan tradisional mampu bersaing dan naik kelas. Kesuksesan Lomba Kreasi Nasi Japede ini semakin mengukuhkan posisi Festival Kuliner Grobogan sebagai wadah pelestarian budaya yang efektif.
Pemerintah Kabupaten Grobogan mengapresiasi dan mengucapkan sukses untuk seluruh peserta yang telah berkontribusi penuh semangat dalam memberikan karya dan inovasi terbaiknya bagi kemajuan kuliner lokal Grobogan!
