
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke-300, Pemerintah Kabupaten Grobogan menyelenggarakan prosesi Jamas Pusaka yang bertempat di Museum Lokal pada Kamis (26/2/2026). Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju puncak peringatan HUT Grobogan yang jatuh pada 4 Maret mendatang.
Prosesi penjamasan ini mencakup pembersihan 10 bilah keris dan 5 mata tombak koleksi museum, serta ratusan pusaka milik Kasepuhan Wijayakusuma. Penggunaan ramuan tradisional Jawa (warangan) dalam ritual ini bertujuan untuk meremajakan material logam sekaligus mengonservasi nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Esensi Spiritual dan Integritas Birokrasi
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan, Wahono, menyatakan bahwa Jamas Pusaka bukan sekadar pemeliharaan benda cagar budaya secara fisik. Ritual ini mengandung makna filosofis sebagai sarana refleksi diri bagi para aparatur pemerintahan.
“Kebersihan pusaka adalah simbol kebersihan batin. Melalui hati dan pikiran yang jernih, diharapkan segenap unsur pemerintahan dapat menjalankan amanah secara lebih terpuji guna mewujudkan Grobogan yang lebih maju,” ungkap Wahono.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Disporabudpar, Yunus Suryawan, menegaskan bahwa nilai konservasi ini berjalan selaras dengan kesiapan mental dalam menghadapi dinamika zaman yang kian menantang.
Transformasi Nilai bagi Generasi Muda
Ketua Kasepuhan Wijayakusuma, Hariyoko, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam tradisi ini. Ia memandang jamasan sebagai media edukasi agar generasi penerus memiliki kepedulian terhadap peninggalan leluhur. Prosesi yang melibatkan wewangian dan ramuan khusus ini menjadi bukti nyata kekayaan teknik pelestarian budaya Nusantara.
Sebagai informasi, sebelum pelaksanaan jamas pusaka, jajaran Forkopimda Grobogan telah melaksanakan ziarah ke makam para tokoh besar Grobogan, yakni: Ki Ageng Selo, Ki Ageng Tarub, Ki Ageng Getas Pendowo dan Adipati Puger. Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk menjaga kesinambungan antara penghormatan terhadap sejarah dan visi pembangunan masa depan.
