Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Grobogan menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah pada 25 Februari 2026 untuk menyampaikan Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) tahun 2027. Forum ini bertujuan untuk menyelaraskan program kerja dinas , yakni fokus pada “Penguatan Perekonomian Daerah yang inklusif, SDM Berkualitas dan Pelayanan Publik yang Modern”.

Kepala Disporabudpar, Dr. Wahono, S.Pd., M.Pd., memaparkan sejumlah isu strategis dan prioritas pembangunan yang akan menjadi fokus utama di tahun 2027 demi meningkatkan daya saing ekonomi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berbudaya di Kabupaten Grobogan.

Empat Pilar Pembangunan Strategis
Disporabudpar menetapkan empat indikator kinerja utama (IKU) yang mencakup berbagai sektor:

Kepemudaan: Fokus pada peningkatan Indeks Partisipasi dan Kepemimpinan Pemuda. Tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya migrasi pemuda ke kota besar dan belum optimalnya minat kewirausahaan. Target tahun 2027 adalah melahirkan minimal 40 wirausahawan pemuda baru dan menyediakan fasilitas ruang kreativitas di tiap kecamatan.

Keolahragaan: Melalui peningkatan Indeks Pembangunan Keolahragaan (IPO/SDI), Disporabudpar menargetkan pembangunan dan rehabilitasi sarana olahraga di 19 kecamatan serta pengembangan sport tourism untuk mendongkrak ekonomi daerah.

Kebudayaan: Prioritas diberikan pada pelestarian Cagar Budaya (CB) dan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Upaya ini mencakup pengkajian objek diduga cagar budaya, revitalisasi museum, dan penyelenggaraan Festival Budaya Grobogan sebagai platform promosi identitas lokal.

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Pasca ditetapkannya Grobogan sebagai Kabupaten Kreatif subsektor kuliner pada 2024, fokus tahun 2027 adalah meningkatkan rasio PDRB akomodasi makan dan minum. Target utamanya adalah memperlama masa tinggal wisatawan (length of stay) menjadi minimal 1,2 hari melalui penguatan branding dan sertifikasi usaha pariwisata

Harapan Masa Depan
Melalui rancangan kerja ini, Disporabudpar berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi bonus demografi pemuda sebesar 22,81% dan kekayaan budaya lokal untuk kesejahteraan masyarakat Grobogan. “Kami berharap mendapatkan saran dan rekomendasi dari seluruh pemangku kepentingan guna menyempurnakan rencana kerja ini demi kemajuan Grobogan,” pungkas Dr. Wahono dalam paparannya.

Super 11