Pemerintah Kabupaten Grobogan sukses menyelenggarakan upacara adat Kirab Boyong Grobog pada Selasa (3/3), sebagai rangkaian utama memperingati Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat namun sederhana ini merupakan representasi pelestarian warisan leluhur sekaligus bentuk penghormatan terhadap sejarah perpindahan pusat pemerintahan dari Kelurahan Grobogan ke Pendapa Agung di Kecamatan Purwodadi.

Formasi dan Jalannya Prosesi Kirab

Prosesi kirab diawali dengan pergerakan rombongan dari titik awal di Kelurahan Grobogan. Barisan pengawal dari Kasunanan Surakarta bertindak sebagai pembuka jalan, mengenakan busana adat Jawa lengkap yang memperkuat nuansa sakral. Unsur pimpinan daerah turut berpartisipasi aktif dalam formasi kirab; Kapolres Grobogan, AKBP Ike Yulianto, bersama Dandim 0717 Grobogan, Kolonel Inf Wefri Sandiyanto, memimpin barisan pengawal dengan menunggang kuda.

Bupati Grobogan, Setyo Hadi, beserta istri, menempati kereta kencana utama, diikuti oleh Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, beserta istri. Sinergitas antarlembaga terlihat jelas dengan kehadiran jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama dan Kepala Disporabudpar dalam barisan prosesi. Partisipasi ini juga melibatkan seluruh Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Grobogan sebagai simbol soliditas birokrasi.

Ritual Adat dan Simbolisme Budaya

Setibanya di Pendapa Agung, rombongan disambut oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra. Sebelum memasuki area utama, Bupati dan Wakil Bupati melaksanakan ritual penyucian diri dengan membasuh tangan menggunakan air suci dari tujuh sendang yang ada di Groboganm salah satunya adalah Sendang Sinawah, Kecamatan Brati. Prosesi inti kemudian dilanjutkan dengan penyerahan pusaka dan grobog sebagai simbol kesinambungan estafet kepemimpinan dan pemerintahan.

Dalam sambutannya, Bupati Grobogan, Setyo Hadi, menegaskan bahwa Kirab Boyong Grobog bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah manifestasi tonggak sejarah yang krusial. Prosesi ini merefleksikan peristiwa perpindahan pusat pemerintahan (ibu kota) Kabupaten Grobogan secara administratif dari Kelurahan Grobogan menuju Kecamatan Purwodadi.

“Momentum ini merupakan pengingat kolektif bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya semangat persatuan dan kebersamaan. Hal ini menjadi fondasi utama dalam komitmen kita bersama untuk membangun kawasan perdesaan dan menata wilayah perkotaan demi akselerasi kemajuan Kabupaten Grobogan,” ujar Bupati Setyo Hadi.

Kehadiran Tokoh Nasional dan Partisipasi Masyarakat

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryanto, yang hadir mengenakan busana beskap senada dengan jajaran Forkopimda lainnya. Kehadiran putra daerah tersebut menambah nilai strategis pada peringatan tahun ini.

Meski bertepatan dengan bulan suci Ramadan, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Ribuan warga memadati rute kirab untuk menyaksikan jalannya sejarah. Puncak acara ditutup dengan rebutan 21 gunungan hasil bumi yang telah ditata rapi di Alun-Alun Purwodadi. Dengan sistem pengamanan pagar betis, pembagian hasil bumi berlangsung tertib, di mana masyarakat meyakini komoditas tersebut membawa berkah bagi kesejahteraan keluarga mereka.

Super 11